edukasi E-LAHAB: Waspadai Gejala HIV
HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus, yakni virus yang secara spesifik menyerang sel CD4. Sel tersebut adalah bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh, yang bertugas melawan infeksi. Jika sel CD4 hilang, fungsi sistem kekebalan tubuh pun melemah secara drastis.
Waspadai Gejala HIV Ini
Di masa awal infeksi, gejala HIV pada umumnya tidak menampakkan wujud yang jelas. Kalau pun ada gejala yang dialami, biasanya tidak terlalu berat dan dianggap sebagai penyakit ringan yang lebih umum. Namun, sebenarnya ada beberapa gejala yang berkaitan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, yang perlu diwaspadai.
Beberapa gejala HIV secara umum mirip dengan gejala infeksi virus lainnya, seperti:
Demam.
Sakit kepala.
Kelelahan.
Nyeri otot.
Kehilangan berat badan (secara perlahan).
Kelenjar getah bening di tenggorokan,
ketiak, atau pangkal paha, membengkak.
Umumnya, infeksi HIV berlangsung sekitar 2-15 tahun, hingga benar-benar menimbulkan gejala. Jadi, infeksi ini memang tidak akan langsung merusak organ tubuh. Melainkan secara perlahan menyerang sistem kekebalan tubuh, melemahkannya, hingga tubuh menjadi rentan terserang penyakit dan berubah menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Namun, sebaiknya jangan tunggu hingga HIV berkembang menjadi AIDS. Bila kamu mengalami berbagai gejala HIV yang tadi disebutkan, segera periksakan diri ke dokter.
Kondisi tubuh setiap pengidap HIV berbeda-beda, sehingga gejala yang muncul bisa jadi tak sama. Kamu bisa saja sudah terinfeksi, tapi masih merasa sehat, bugar, dan bisa beraktivitas normal seperti biasa.
Namun, kamu bisa menularkan virus ke orang lain. Jadi, penting untuk berhati-hati dan memeriksakan diri jika mengalami gejala sekecil apa pun.
Gejala HIV bisa jadi tidak terasa secara signifikan, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis. Untuk memastikan diagnosis HIV, dokter biasanya melakukan tes darah. Namun, keakuratan tes tergantung pada waktu paparan terakhir HIV. Misalnya, kapan terakhir kali berhubungan intim tanpa kondom atau berbagi jarum suntik.
Berbagai tindakan berisiko tersebut membuat seseorang punya peluang untuk terinfeksi HIV. Namun, butuh waktu setidaknya 3 bulan setelah terpapar atau melakukan tindakan berisiko, untuk antibodi HIV bisa terdeteksi dalam pemeriksaan atau tes darah.
Bila hasil tes darah menunjukkan positif atau reaktif, itu berarti kamu memiliki antibodi HIV dan sedang terinfeksi. Sebaliknya, jika hasil tes negatif, berarti kamu tidak sedang terinfeksi HIV.
Referensi:
The Lancet. Diakses pada 2021. HIV Infection: Epidemiology, Pathogenesis, Treatment, And Prevention.
National Institute of Health. Diakses pada 2021. HIV Treatment: The Basics.
HIV gov. Diakses pada 2021. What Are HIV and AIDS?
WHO. Diakses pada 2021. HIV/AIDS.
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
09 Juni 2021
Repost, R.ANGGREK, KLINIK VCT, KEDIRI
KONSELING & TESTING
GRATIS, PRIVASI TERJAMIN
R.ANGGREK, KLINIK VCT, KEDIRI
# FB: R.ANGGREK, KLINIK VCT, KEDIRI
https://www.facebook.com/KLINIK.VCT.KEDIRI/
# IG: one_azis
https://www.instagram.com/invites/contact/?i=4spclpxh357y&utm_content=10mu5pc
# Youtube: One Azis
https://youtube.com/channel/UCD8We94Q03D2lGplUUUbVAA
# TikTok: @one_azis
https://vt.tiktok.com/ZSeTw5xue/
# Google: R.ANGGREK, KLINIK VCT, KEDIRI
https://g.co/kgs/zytcp4
# Maps: R.ANGGREK, KLINIK VCT, KEDIRI
https://maps.app.goo.gl/HodQqRqURzemGoaG6
# WA: 0857 363 60 363
https://wa.me/message/TMI4LEJTPJNAL1
